“Guru profesional harus berdiri di barisan terdepan. Pertanyaannya, sejauh mana pengukuhan ribuan guru ini berdampak pada skor literasi dan numerasi siswa di kelas? Tahun baru harus menjadi titik pembuktian profesionalisme yang nyata,” tegas Munir.
Isu kesehatan mental dan perkembangan kognitif siswa menjadi sorotan utama dalam pengukuhan ini. Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag, mengingatkan para guru akan fenomena brain rot yang menghantui Generasi Alpha akibat konsumsi video pendek yang hiper-stimulatif.

“Algoritma media sosial memicu pelepasan dopamin instan yang mengikis sustained attention atau daya fokus siswa. Guru wajib membekali siswa agar bijak mengelola gawai,” jelasnya.
Di sisi lain, Dekan FTIK sekaligus Ketua LPTK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd, menekankan dua poin krusial untuk guru masa depan: Kesehatan Mental: Kepekaan psikososial menghadapi stres akademik siswa. Kecerdasan Buatan (AI): Penguasaan teknologi AI yang tetap menjunjung etika dan tanggung jawab.
Prof. Rasimin melaporkan bahwa perjuangan mencetak pendidik berkualitas tidak berhenti di sini. Saat ini, LPTK UIN Salatiga tengah mengawal sekitar 3.000 mahasiswa PPG Batch 4.
“Kami memohon dukungan doa agar seluruh proses berjalan lancar dan mereka meraih kelulusan maksimal demi masa depan pendidikan bangsa di tahun yang baru nanti,” pungkasnya. (zid/red)